Produksi Alat Dapur hingga Alat Tani
WONOSOBO – Meskipun dibuat dengan murni tenaga manusia dan belum menggunakan mesin yang canggih, namun berbagai peralatan pertanian hingga dapur buatan dusun Sambon desa Sumberdalem kecamatan Kertek berhasil bertahan. Bahkan menurut Sukarno, salah satu pengerajin asli Sambon banyak produk asal desa Sumberdalem khususnya dusun Sambon yang sudah dipakai hingga di banyak daerah. Kini, menurut Sukarno, lebih dari 70% pengerajin masih bertahan.
“Mayoritas memang turun temurun untuk keahlian pandai besi yang sejak jaman dulu sudah ada. Bahkan barang-barang buatan Sambon juga banyak peminat dari luar wilayah. Bahkan hingga luar pulau Jawa. Terakhir saya mengirim dua arit khusus untuk memanen sawit ke Sumatera,” ungkap Sukarno yang juga menggelar lapak di berbagai lokasi itu.
Dikatakan Sukarno, produk buatan Sambon bervariasi baik jenis hingga kegunaannya. Mayoritas produk yang banyak diminati hingga saat ini ialah Pacul atau cangkul, parang, arit, hingga pisau dapur. Meskipun dari tampilan luarnya terlihat biasa saja, namun ketahanannya cukup baik. Bahkan dinilai bisa lebih baik ketimbang alat dapur dari bahan stainless steel atau lainnya.
“Kalau untuk yang banyak atau tinggi permintaan memang jenis alat pertanian, terutama cangkul dan doran (gagang cangkul). Harganya berfariasi, mulai dari RP250.000 sampai yang kualitas bagus di angka Rp550.000. bahkan di banyak daerah, hingga Madura bahkan banyak yang menjadi pelanggan produk asal Sambon,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk produksi per hari sendiri, Sukarno biasanya bekerja dalam satu tim beranggotakan tiga hingga empat orang. Keahlian yang dimiliki tiap pekerja juga berbeda, berdasarkan pengalamannya dalam rantai proses pembuatan.
“Saya sendiri pernah bertugas jadi tenaga untuk khusus menempa sampai lima tahun, lalu belajar di bagian lain, termasuk membentuk atau menghaluskan. Bahan baku biasanya kita dapat dari berbagai jenis besi, termasuk per,” ungkapnya.
Salah satu pelanggan asal Selomerto, Dwi menilai kualitas produk pandai besi buatan sambon khususnya untuk alat pertanian sangat bisa diandalkan. Bahkan daya tahan produknya bisa lebih unggul ketimbang produk buatan pabrik yang mengandalkan mesin.
“Dari prosesnya dan sejarahnya, memang Sambon dikenal luas sebagai sentra produksi gaman atau senjata hingga peralatan pertanian hingga dapur. Di banyak daerah terutama di pasar tradisional, produk sambon juga terkenal. Terlebih nama-nama keluarga pandai besi juga dikenal luas,” ungkapnya.
Dalam sehari tingkat produktifitas tiap keluarga pandai besi cukup tinggi. Bahkan bisa mencapai belasan barang seperti parang maupun arit. Dengan rentang harga Rp80.000 hingga ratusan ribu rupiah.
“Di Sambon itu salah satu keuntungannya bisa meminta sesuai kebutuhan petani. Misalnya di beberapa daerah bentuk cangkulnya agak melengkung atau lebih besar, atau lebih kecil juga bisa. Sehingga bisa memenbuhi permintaan pelanggan untuk berbagai kegiatan pertanian,” pungkasnya. (win)